Berserah Diri pada Krisis

Selasa, September 11, 2018

Saya merasa tidak baik-baik saja akhir-akhir ini. Rasanya, ada monster dalam kepala saya. Monster yang diam-diam menggerogoti sel-sel kelabu otak, yang kian hari kian gawat. Rasanya melebihi menekan jerawat!

Entah kenapa bermalas diri, padahal bermalas diri pangkal miskin. Ataukah saya memang miskin iman?


Depresi via Sasha Freeman/Unsplash


Katanya, di usia 20-an, ada fase yang disebut quarter life crisis atau krisis seperempat abad. Ya, asumsikan saja usia kita mencapai 100 tahun. Meski rentang usia manusia zaman now tidak sepanjang itu dengan gaya hidup yang serba racun, hingga ubun-ubun.

Dear diriku,
Ingatlah, ini hanya fase kehidupan. Jangan mau kalah sama Yang Mahamempermainkan! Dia cuma, ah....tak lebih dari dirimu! Ingat tat tvam asi? Ya, dirimu adalah bagian dari diriNya. Jangan takut! Tarik napas, jangan lupa keluarkan!

Apa yang dirimu hadapi akan kaujadikan bahan tertawaan. Tentu jika dirimu mau sedikit menikmati waktu. Biarlah Sang Kala menunjukkan proses, hasil, nanti dulu. Jangan terburu-buru.

Oh ya, dirimu, kau akan baik-baik saja tentunya. Ini cuma ada dalam pikiranmu yang terlalu overthinking. Jadi, tenanglah. Jangan biarkan ini berlarut-larut. Dan jangan pula monster ini menundukkan kepalamu, dan membuat mahkota berhargamu jatuh.

Semangat!

A golden crown via Patrick Sponaugle

You Might Also Like

0 comments

Subscribe