Melompati Genangan Air

Senin, Desember 05, 2016

Ya, sudah lama rupanya saya tidak menulis <-- dia selalu menggunakan ini untuk pendahuluan tulisan blognya. Sudahlah, abaikan saja. 


Bagaimana kabarnya? Semoga selalu diberi kesehatan dan mood yang ceria bagi yang moody. Saya sekarang --dan untuk setahun ke depan-- berada di Ternate, Maluku Utara. Banyak hal menarik yang ingin saya tulis di blog ini, tapi saya butuh ruang sendiri untuk menuliskannya. Setidaknya, satu hari penuh untuk berdiam diri. Hanya untuk menulis.




Bulan Desember di Indonesia sudah mulai memasuki musim penghujan. Di Jawa, bulan-bulan Desember merupakan bulan menuju puncak musim penghujan. Di Ternate, hujan dalam seminggu hanya turun dua sampai tiga kali. Meski hujan, tidak banyak perubahan suhu yang terjadi. Tetapi, selalu ada genangan air sehabis hujan.

Saya sedang gila-gilanya mendengarkan lagu. Sebuah lagu dari band asal Islandia, Sigur Rós. Lagu yang sedang saya gilai berjudul "Hoppípolla".

Mungkin saya telat tahu tentang lagu ini. Bodo amat.

Menurut hasil bertanya dari Google, arti dari "hoppípolla" ini yaitu hopping into puddles. Saya
kira, puddles di sini ras anjing, ternyata setelah bukan kamus, bukan itu artinya. Artinya ialah
genangan air. Jadi, sebelumnya saya kira arti dari lagu tersebut yaitu "melompat menjadi
anjing". Sungguh kesoktahuan yang nyata. Beruntungnya saya membuka kamus sejuta umat,
Si Google Translate. Jadilah kabut kesesatan itu menyingkir dari benak saya. 

Alih-alih "melompat ke dalam genangan air", saya lebih suka terjemahan saya sendiri. Well, 
saya orangnya memang narsis mampus dan agak kepala batu. Jadi, saya artikan saja lagu
ini "melompati genangan air" daripada "melompat ke genangan air". Hehe.

Jadi, selama musim penghujan ini jangan lewatkan ber-hoppípolla setelah atau saat hujan.


You Might Also Like

0 comments

Galeri

Subscribe