Kelas Inspirasi #2 Bondowoso

Kamis, Maret 17, 2016

Seminggu sudah acara Kelas Inspirasi #2 Bondowoso berlalu. Namun euforianya masih terasa hingga sekarang. Simak cerita saya selama kegiatan ini! :)

Awal saya mengetahui Kelas Inspirasi Bondowoso dari teman satu SMA saya, sebut saja namanya Asno. Dia pernah mengikuti Kelas Inspirasi di tahun 2014, dan saya iri! Bagaimana dia bisa ikut bergabung menjadi relawan panitia sedangkan saya tidak? Akhirnya dia berjanji untuk mengabari saya apabila dibuka pendaftaran untuk menjadi relawan panitia. Akhirnya setelah setahun lebih tidak ada kabar, pada pertengahan bulan November setelah saya yudisium dia mengunggah foto di linimasa LINE. Akhirnya saya mendaftar saat itu juga! Terimakasih Asno! J



Doodle art oleh kak Kinanthi  via grup WA Relawan KI



Ini akan menjadi kegiatan kesukarelawanan saya yang pertama. Karena resolusi tahun 2015 saya salah satunya yaitu mengikuti volunteering, maka jodoh juga dengan Kelas Inspirasi! Sambil menunggu wisuda, marilah kita mengisi hari-hari sebagai fresh graduate dengan kegiatan yang positif!

Beberapa bulan berlalu, saya berkumpul dengan orang-orang yang memiliki karakter berbeda tentunya. Dan itu yang saya sukai ketika ikut suatu kepanitiaan. Ya, namanya juga berbeda-beda, pengerjaan tentang suatu deadline pun ada yang cepat ada yang lambar. Ada yang menghilang, ada yang selalu hadir. Semacam itulah kiranya.

Semalam sebelum dilakukan Hari Inspirasi, ada ramah-tamah dengan muspika Kecamatan Sempol. Antusiasme bapak dan ibu tertuang lewat sambutan yang apabila ditotal mungkin saja bisa 3 SKS, haha. Intinya bapak dan ibu di sini sangat senang dan menyambut dengan gembira. Karena sejatinya siswa-siswi di sini sudah memiliki modal yaitu rajin. Bagaimana tidak? Pukul 06.00 WIB sudah standby di sekolah. Hal itu dikarenakan orang tua di sini yang merupakan pekerja di kebun PTPN XII, sehingga dengan berangkatnya para orang tua maka anak-anak mereka pun juga berangkat ke sekolah. Luar biasa!


Bapak Cagar Budaya GTR (Gotong Royong) beserta kepala sekolah dan muspika Kecamatan Sempol melihat pemutaran Kelas Inspirasi via dokumentasi pribadi

Acara ramah-tamah ini merupakan acara yang berbeda menurut penuturan relawan yang pernah mengikuti Kelas Inspirasi. Di kota lain, tidak terdapat ramah-tamah dengan jajaran muspika, sedangkan di sini dilakukan ramah-tamah. Hal ini juga baik, mengingat Kelas Inspirasi baru dua tahun berjalan di Kabupaten Bondowoso J

Untuk pelaksanaan Kelas Inspirasi #2 Bondowoso ini yaitu pada 11-13 Maret. Mengapa lama? Karena kali ini diadakan di daerah terpencil, yakni sekitar 50 km dari pusat kota. Sebenarnya bisa ditempuh dalam satu hari saja, namun hal itu sangat berisiko. Karena selain kelelahan menyetir, jalan yang dilalui pun tidak mulus. Sehingga panitia lebih suka untuk menginap.

Kelas Inspirasi #2 Bondowoso ini diadakan di Kecamatan Sempol. Sekolah yang dipilih yaitu SDN Sempol 1, SDN Sempol 2, SDN Kalianyar 2 dan SDN Jampit 1. Empat sekolah dalam satu hari, sebanyak 11 pengajar memberi inspirasi, dan 15 relawan dokumentator yang mendokumentasikan berjalannya acara. Dan acara berjalan dengan sukses, dengan kolaborasi kami semua.

Dan akhirnya tiba pada Hari Inspirasi. Semua persiapan yang dilakukan bulan-bulan sebelumnya, akan dieksekusi hari ini. Saya sebagai manusia yang baru pertama kali mengikuti kegiatan seperti ini sangat excited. Deg-degan dan tidur tidak nyenyak – selain karena suhu udara pada malam hari sangat dingin. Apa yang akan terjadi esok hari?

Pagi-pagi kami bersiap menuju sekolah yang sudah diplotkan. Kami berangkat berpasang-pasangan mengendarai motor. Saya dan beberapa orang lain bertugas di SDN Jampit 1. Jalan menuju ke sana memang tak mudah, berupa kombinasi antara batu dan tanah. Kami mendapat sekolah tujuan terjauh rupanya.

Sesampainya di sekolah akhirnya kami menyalami para guru sebelum memulai acara.


 Spanduk Kelas Inspirasi #2 Bondowoso via dokumentasi pribadi
Selamat datang di SDN Jampit 1 via dokumentasi pribadi

Saat kami tiba, adik-adik SDN Jampit 1 masih berkeliaran. Ada yang bermain di halaman sekolah, maupun di warung di belakang sekolah. Oleh karena itu, guru-guru pun menginstruksikan adik-adik ini untuk berbaris ala upacara, khusus kelas 4, 5, dan 6. Setelah berbaris, maka pembukaan acara pun dimulai. Para relawan memperkenalkan diri, nama saja tanpa profesi agar mereka penasaran dengan kakak-kakak relawan pengajar nantinya.


Hayo, ngapain tuh? via dokumentasi pribadi

Setelah acara pembukaan acara selesai, lantas mereka masuk ke kelas masing-masing. Diikuti dengan para relawan. Untuk sesi pertama, dimulai dengan kak Hardi Alunaza yang dipanggil kak Al. Seorang penulis juga dosen Hubungan Internasional di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Sesi kedua diisi oleh Kak Daeff dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Jombang. Di kelas kak Daeff ini adik-adik ada tugas untuk menggambar tumbuhan di sekitar sekolah loh! Seru! Sesi terakhir merupakan sesi dari dokter muda, yaitu kak Zhara. Untuk profesinya mudah ditebak karena kak Zhara menggunakan jas lab serta stetoskop. Lucu sekali melihat tingkah adik-adik ketika mendengar degup jantung teman-temannya. “Dub....Dub....Dub....” suaranya. Bahkan ada yang berbunyi “Ngeeeng....Ngeeeeng....” katanya. Entah itu suara degup jantung atau kendaraan bermotor? :D

Mendengar penjelasan kak Zhara tentang pertolongan pertama akibat terluka hatinya via dokumentasi pribadi

Bukan keterbatasan namanya, tapi semangat! via dokumentasi pribadi
Setelah sesi terakhir, maka sesi penutup yang menuliskan cita-cita berdasarkan keinginan mereka. Pengabadian cita-cita ini tidak dilakukan seperti tahun sebelumnya, dimana cita-cita ditulis dan dilepas dengan balon. Kali ini, cita-cita ditulis dalam frame berbentuk rumah dari tusuk es krim. Setelah itu, adik-adik akan membawa pulang serta menyimpannya di rumah. Semoga cita-cita kalian tercapai, ya!


Sebelum Hari Inspirasi diakhiri, yuk icebreaking via dokumentasi pribadi

Tidak ada yang lebih berkesan dari melihat aksi relawan pengajar di dalam kelas, ketulusan senyum siswa-siswi sekolah, serta jajaran muspika Kecamatan Sempol yang mendukung terselenggaranya acara ini. Sungguh, saya benar-benar menikmati kegiatan ini. Kegiatan volunteering pertama saya yang berkesan. Semoga dalam beberapa tahun ke depan, menjadi bagian dari relawan pengajar, bukan lagi relawan panitia! J
Relawan panitia, relawan dokumentator serta relawan pengajar via dokumentasi pribadi

You Might Also Like

0 comments

Galeri

Subscribe