Catatan Mahasiswa Tingkat Akhir #1

Sabtu, Desember 20, 2014

            Hai guys! Udah lama ga nulis, aku nyebutnya sih udah lama ga mencurahkan uneg-uneg di hati. Yeah! Oh iya, apa kabar? Baik? Sehat? Segar? Bugar? Baguslah! Saya doakan semoga kamu-kamu yang lagi baca dianugerahi badan an jiwa yang sehat, segar, dan bugar! Btw, kemana aja kok baru nulis sekarang? Iya, lagi sibuk. Sebenernya bukan sih, lebih ke ga sempet karena males. Haha, biasa lah ya mahasiswa tingkat akhir kok! Banyak yang harus dipikirin~

            Ngomong-ngomong, saya adalah

satu diantara sekian mahasiswa angkatan 2011 yang sudah mulai kena giliran penelitian. Berkutat ke ruangan dosen untuk menentukan topik penelitian, judul, proposal, seminar, ACC, revisi dan segudang kata dan kalimat yang membuat kuping ini sensitif. Kalo kamu jomblo di semester tujuh (baca: STMJ. Semester Tujuh Masih Jomblo), maka organ tubuh lain yang akan mengalami peningkatan sensitivitas adalah hati. Iya hati. Gimana nggak? Yang lain udah ada pasangan buat nyemangatin skripsi everyday everywhere, kamu nggak! Gimana ga tambah sensi kita? -_-

            Oh iya, selain itu, temen-temenku ada yang udah sempro. Jadi, sebelum kita memulai penelitian, kita harus sempro dulu. Banyak sih istilah untuk sempro, di kampus lain ada yang nyebutnya seminar pengajuan skripsi/ penelitian. Apapun namanya, itu adalah awal baru dalam menginjakkan kaki dalam dunia persilatan penelitian. Kalo aku....errrr....belum sempro dong! Selain karena aku ga ngambil 6 SKS (baca: skripsi) di semester 7, karena juga topik penelitianku belum dapet restu dari dosen pembimbing pendamping. Ergh! Btw, kok bisa dapet restu? :O

            Sebelumnya, aku emang orangnya antimatematika dan angka-angka. Aku ga terlalu nyantol otak buat di bidang itu. Padahal di Fakultas Pertanian kalo masalah penelitian, apalagi analisis datanya akan berkutat banyak dengan angka dan rumus-rumus yang nantinya akan dibahas bersama faktor-faktor lingkungan kenapa bisa begini dan begitu. Ogut mana tahan!

            Akhirnya, aku mengajukan topik penelitian yang metodenya survei dan observasi. Emang ada beberapa topik penelitian di jurusanku itu yang ga melulu nanem. Ada yang survei, observasi, dan eksplorasi. Aku ngajuin topik yang temanya etnobotani. Yah, emang sih metode pengambilan sampelnya ga jaduh beda sama yang survei, observasi, dan eksplorasi.

            Kakak tingkat ada yang ambil topik etnobotani, kakak tingkat angkatan 2009. Tahun lalu ga ada sih yang ambil topik itu. Jadi aku berinisiatif untuk ngambil topik itu. Dan kamu tau apakah jawaban dosen pembimbing pendamping?

AND THE ANSWER IS NO!

            Haha! Ternyata secara ga langsung (meski dosenku itu ngomongnya belibet) intinya beliau sih BIG NO sama topikku. Beliau nyaranin aku ambil topik eksplorasi which aku ga tau sama sekali karena aku bukan lab sebelah yang emang di beberapa topiknya ada eksplorasi. Bukan apa, tapi karena kalo aku ambil topik eksplorasi, aku harus membahas gimana hubungan kekerabatan diantara tanaman yang aku teliti! Omagat!

            Selain itu, untuk membahas hubungan kekerabatan itu, aku harus analisis pake dendogram wtf benda macam apa itu! Karena emang aku ga ambil kuliah yang ada hubungannya dengan eksplorasi! Emang sih aku juga ga ambil mata kuliah etnobotani, tapi setidaknya aku tau apa yang aku teliti di topik etnobotani rather than exploration topic! Wahai Minaj gimme me inspiration! -_-

            Pernah baca artikel sebelumnya kalo mau ambil topik penelitian itu, at least kita harus ada passion di topik itu. Nah ini aku ga begitu tertarik tentang topik eksplorasi. Sedangkan di topik etnobotani aku tertarik banget! Ya karena ada unsur budaya yang dimasukkan dalam penelitian etnobotani itu. Aku sadar dari kecil aku emang suka yang berbau budaya apalagi suku-suku gitu. It’s so meeee! Sedangkan di eksplorasi aku ga menemukan itu makanya ga tertarik!

            Selain itu, topik yang kita ajukan bisa dari permasalahan dan fenomena di masyarakat sekitar. Kalo di etnobotani sih aku ada. Fenomenanya adalah adanya ahli jamu di desaku yang pasiennya seantero negeri halah! Nah ahli jamu ini Cuma satu di desaku itu, dan memperoleh pengetahuannya itu turun-temurun. Ini langka banget kan? Jadinya aku pengen angkat jadi topik penelitian deh. Kalo eksplorasi aku ga bisa jami fenomena apa yang bisa diangkat, atau permasalahan apa yang diangkat. Karena emang aku ga pernah bersentuhan sebelumnya dengan jurnal atau skripsi eksplorasi.

            Kalo etnobotani aku udah sekedar baca-baca sih sekitar sebulan yang lalu, koleksi jurnal dan skripsi beberapa udah ada, bisa dijadiin acuan. Eksplorasi nihil! Jadi aku kudu piye sam????

            Aku rada ngotot emang sih keliatannya. But hey! Tiap kejadian selalu ada alasan. Dan aku punya alasan kenapa aku lebih memilih topik etnobotani daripada eksplorasi. Gini ya, etnobotani kan ilmu yang mempelajari kaitan masyarakat dengan peanfaatan dan pengelolaan tanaman yang dipakai. Jadi secara ga langsung, etnobotani juga dipakai sebagai alat untuk mengungkap dan mendokumentasikan local wisdom. Semisal masyarakat udah ga pake lagi itu tumbuhan-tumbuhan, otomatis tumbuhan tersebut perlahan-lahan akan menghilang karena tidak dibudidayakan. Secara ga langsung juga memengaruhi teknik budidaya petani kan? Inget ga kalo sebagian masyarakat Indonesia hidup di desa, dan bermatapencaharian sebagai petani. Kalo petani aja udah ga make tumbuhan itu karena udah ga dibudidayakan gimana masyarakat yang tinggal di kota? Hayo....

            Masih keliatan ngotot? Nilai aja sendiri~

Yaampun ga sadar, ternyata aku udah nulis 3 lembar halaman ini 3 lembar MS. Word. Betapa dahsyatnya kalo uneg-uneg udah lama ga dikeluarin. Kesimpulannya aku masih keukeuh dengan topik itu, gimanapun. Kalo ngga aku bakalan usaha cati dosen pembimbing lain! Apapun penelitiannya bukannya pas kompre nanti pertanyaannya sama ya? Ditanyai dapet apa kamu kuliah di pertanian dll, ga ditanya tentang topik penelitian!

            

Doain aja lah biar itu dosen mau, asisten dosen pendamping aja sudah mau kok! Zz! Semangat! Biasa lah, jagoan emang banyak rintangannya~~ Ciaobella :D

You Might Also Like

0 comments

Galeri

Subscribe